Kemanusiaan Tidak Boleh Mati Bersama Amarah Massa

Peristiwa meninggalnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di wilayah Baturiti, Bali, telah menyisakan duka yang mendalam. Tangisan histeris seorang anak kecil di samping jasad ayahnya menjadi pengingat bahwa di balik setiap peristiwa pidana, selalu ada sisi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.

Mencuri adalah perbuatan melawan hukum dan wajib diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, tindakan main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa seseorang juga merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang menyerahkan keadilan kepada amarah massa. Tidak seorang pun berhak menjadi hakim, jaksa, sekaligus algojo di jalanan.

Ironisnya, ketika pelaku pencurian kecil menjadi sasaran amukan massa, berbagai kejahatan yang merugikan masyarakat dalam skala besar justru sering kali masih menunggu proses hukum yang panjang. Perbedaan itu tidak boleh menjadi alasan untuk membenarkan kekerasan, melainkan harus menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil kepada siapa pun.

Jangan biarkan kemarahan mengalahkan hati nurani. Sebab, keadilan tidak pernah lahir dari tindakan main hakim sendiri, dan tidak ada satu pun nyawa manusia yang pantas direnggut oleh amukan massa.